Kamis, 28 Oktober 2010

“The Ugly butterfly” Part 1

Wah...wah...wah... nggak terasa, sudah 9 bulan saya tidak posting apa-apa lagi di blog ini. Mestinya sih... bayinya udah keluar... (Lho? Kok kayak saya yg lagi hamil? Emang dari dulu saya udah hamil n lemaknya nggak mau keluar sampai sekarang... hehehe. Udah, ah... serius!) Sebenarnya postingan ini sudah pengen ditulis hampir 7-8 bulan yang lalu, cuma entah kenapa malas aja buat diketik. Tapi emang Tuhan punya rencana lain... pas saya mengetik postingan ini sekarang.

Heem...semuanya dimulai dari malam yang gelap dan becek di dekat kampus. Waktu itu hujan lagi rintik-rintik tapi dia (hujan.red) masih "maksa" orang-orang pakai payung. Saya barusan pulang dari kampus karena ada role play alias praktikum salah satu mata kuliah. Seperti biasa... kalau udah kemaleman pulangnya, saya meminta ayah menjemput saya. Akhirnya saya memilih untuk menunggu di luar sambil pakai payung. Sebelumnya memang hujan sempat besar, tapi waktu saya menunggu ayah yah... sudah lumayan mendingan, lah... (kayak sakit aja) hujannya. Pas saya nunggu di pinggir jalan, kerjaan saya ya jalan-jalan nggak karuan sambil memperhatikan mobil yang lewat. Sampai satu waktu saya naik ke satu batu pijakan yang misahin aspal sama area rumput... di deket sana juga ada saluran air yang terbuka n airnya lagi lumayan deras gara-gara tadi hujan besar. Sesudah saya naik ke batu itu, saya... diam. (wah, kurang seru nih... Tenang, tenang...) Sebenarnya batu yang saya pijak itu gampang banget bergoyang, mungkin karena bentuknya yang nggak sempurna. Udah tahu gitu, saya sengaja lagi goyang-goyang di atas batu itu n nggak aware apa yg ada di belakang saya. (Butterfly-nya mana, sih? Koq nggak keluar-keluar?) Oke, teman... sekarang saya ceritakan.


Nggak lama kemudian, saya lihat ada kupu-kupu yang agak aneh... Ukuran badannya 1,5 kali lebih besar dari kupu-kupu pada umumnya. Terus warnanya juga nggak menarik buat dilihat... coklat-coklat kusam gimana... gitu. Heem, sebentar... Kupu-kupu di bawah ini aja masih lumayan cantiknya. Kupu-kupu itu nggak biasanya terbang rendah banget... hampir ke tanah, lho. Mungkin sayapnya kena hujan... dia terbang agak terhuyung-huyung. Di jalan, mobil masih lalu-lalang dan jalannya pun masih ada aliran bekas air hujannya. Di kupu-kupu itu terbang ke bawah beberapa mobil yang melintas. (Apa nggak takut kelindes, ya? Tahu diri dong kupu-kupu...red) Sesekali sayap kupu-kupu itu terkena aliran air hujan di jalan dan mengikuti arus aliran itu... ke bawah. Tapi kupu-kupu itu ternyata nggak gampang nyerah! Dia coba 'ngepakkin sayapnya lagi dari genangan air itu dan sesekali berhasil terbang beberapa senti. Terus beberapa mobil lewat n kupu-kupu ini masih tetap berjuang di tengah situasi yang bagi dia mungkin sangat menekan (antara selamat, langsung mati terlindas mobil, atau hanyut karena aliran air hujan, baru mati dilindas kendaraan). Wah, saya asyik-asyik aja nontonnya. Saking asyiknya, saya sampai turun dari batu tempat saya berpijak tadi dan mendekati TKP. Sampai satu kali, kupu-kupu buruk rupa itu nggak terlihat lagi dari pandangan mata... (yah... show-nya selesai dong?) Saya tidak tahu nasib kupu-kupu itu, apakah berhasil melewati rintangan itu atau sudah rest in peace. Tak lama kemudian saya menengok sekeliling tempat dimana saya berdiri. Pas saya lihat belakang... ternyata di belakang batu yang tadi saya naiki... ada... genangan air hujan! (Lho... hubungannya apa toh??)

Jadi begini teman-teman, dari pengalaman ini saya belajar sesuatu yang sangat berharga dari kupu-kupu jelek tadi. Apakah itu tentang kerja keras dan keberanian mengambil resiko? Ya... kurang tepat! Yang saya pelajari dai peristiwa ini adalah arti dari sebuah pengorbanan. Kupu-kupu "jelek" itu sudah "menarik" perhatian saya dengan tindakannya yang "aneh, bahkan bodoh"... Masa kupu-kupu keluar malam-malam, hujan-hujanan lagi, terbangnya bukan main rendahnya, n masih banyak celaan yang bisa ditujukan buat kupu-kupu itu kalau saya mau. Ya... nggak peduli seberapa jeleknya kupu-kupu itu yang jelas kupu-kupu itu sudah "menyelamatkan" saya dari jatuh terpeleset ke kubangan air hujan di belakang "batu bergoyang" itu. Coba kalau saya lebih lama goyang-goyang di batu itu, ya... walaupun saya nggak sampai mati karena kebasahan genangan air itu... kan bisa masuk angin juga tuh... udah kebasahan, pulang dijemput pakai motor + malam-malam lagi. Saya sangat bersyukur malam itu Tuhan menitipkan pesan-Nya lewat peristiwa yang sederhana.

Terkadang kita tidak sadar kalau kita ada sampai sekarang... bisa ini, bisa itu, punya ini, punya itu... di balik semuanya itu ada pihak-pihak yang mau berkorban buat kita. Mereka sudah merelakan hartanya, waktunya, energinya, keringatnya, air matanya, bahkan nyawa pun berani dipertaruhkan agar kita dapat tetap ada. Mungkin orang itu sering kita benci atau cemooh karena mulutnya yang terlalu besar untuk menasehati kita. Atau juga mereka seringkali menjadi "badut" yang rela kita apa-apakan agar kita menjadi gembira. Kita seringkali melupakan mereka, menjauhi mereka, bahkan dibawa dalam doa-pun enggan.

Melalui posting ini, saya mau berterima kasih untuk kedua orang tua saya yang sudah banyak berkorban bagi saya. Terima kasih untuk ayah yang begitu bertanggung jawab dan terus mau bekerja keras walaupun usianya sudah tidak muda lagi... terima kasih untuk kesediaan ayah mengantar saya setiap pergi ke sekolah. Terima kasih untuk ibu yang dekat dengan saya selama ini... terima kasih untuk secangkir air hangat yang selalu disuguhkan setiap pagi setelah saya bangun tidur...terima kasih untuk kesediaan ibu menjadi ibu rumah tangga yang setia... walaupun seringkali mengeluh. Terima kasih juga saya persembahkan kepada Tuhan saya, Yesus Kristus... Engkau sudah menebus dan membayar saya dengan harga yang sangat mahal. Walaupun sampai sekarang amat banyak pergumulan saya, bahkan seringkali saya memilih dunia dan menjauh dariMu... Engkau tetap sama... mau menerima diri saya apa adanya. Biar... melalui posting ini saya dan kita semua diingatkan akan arti dari suatu pengorbanan... pengorbanan siapapun yang akhirnya "membentuk" sampai kita menjadi sebagaimana adanya kita hari ini.

Wah... sudah cukup panjang juga yah... postingan kali ini. Cukup dulu, ahh... Sebenarnya masih ada pengalaman menarik lainnya dengan si kupu-kupu ini. Nanti saya akan lanjutkan sharing ini di waktu yang akan datang. Teman-teman... terima kasih untuk minat kalian membaca postingan saya sampai di kalimat ini. Saya mohon masukan dan kritik buat perbaikan penulisan blog saya ke depannya. Terima kasih semuanya. God Bless You All.

Kamis, 07 Januari 2010

"We are Wonderfully Made"

Halo, teman2 semua. Sudah hampir setahun saya menghilang dari jagad blog (lebai mode: on... he3). Tapi setahun belakangan ini memang selain padatnya kegiatan yang nggak mendukung saya buat terus posting, memang saya akui saya mengalami banyak "kemunduran". Bersyukur kpd Tuhan kalau hari ini masih Tuhan berikan kepada saya secara pribadi...khususnya di hari spesial ini...saya ingin mencoba bangkit kembali dari tidur saya selama ini...huehehe...

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke sebuah pusat perbelanjaan yg ada di dekat rumah. Bukan saya yang mau mencari baju, tapi ibu saya. Heem...daripada saya "bengong", yah lebih baik saya bantu2 ibu saya deh memilih2 baju. Ibu saya ternyata menyukai baju berlengan pendek, berwarna ungu, tidak berkerah, bahannya sedang (tdk terlalu tebal & tdk terlalu tipis), dan yang paling penting...bukan kemeja atau baju terusan! Hmm...sambil sedikit mengobrak-abrik jajaran baju wanita yang ada di tengah toko itu. Yes...beberapa baju yang saya pilih masuk nominasi untuk ibu saya coba di "fitting room". Satu menit...dua menit...tiga menit, duh...lama yah ibu saya nyobainnya. Lalu saya jalan-jalan lagi mengitari wilayah dekat "ruang coba-coba" itu sambil sekali bertanya kepada mbak SPG tentang baju batik modern yang menurut saya cantik bila dikenakan pada ibu saya di hari ulang tahunnya nanti. Tapi banyak pertimbangan di dalam hati...nanti kalau "mamih" nggak suka, gimana ya??...dan seterusnya...dan seterusnya.

Ketika saya sedang menunggu ibu saya mengepas bajunya untuk ke-sekian kalinya, saya melihat deretan baju dimana ada 3 sampai 4 buah baju yang sama polanya hanya yang berbeda ukurannya saja...ada yang M, L, dan XL. Warnanya...putih dengan garis-garis ungu yang dibordir kecil-kecil...cukup manis, tapi sayangnya...berkerah dan kemeja pula. Jadi ibu saya tidak akan suka itu. Nah, ketika saya pegang bajunya dan meraba coraknya...saya belajar satu hal yang seringkali terlupakan saat saya menjalani kehidupan ini.

Coba umpamakan manusia itu seperti produk yang dihasilkan di pabrik baju...walaupun model dan coraknya banyak, tapi kebanyakan baju-baju itu diproduksi massal (banyak.red). Terus baju2 ini didistribusikan ke berbagai tempat, dipajang, dicoba, terus dibeli. Heem...mau sedikit bertanya aja nih...gimana perasaan anda kalau misalnya di suatu pesta pernikahan keluarga, ada yang mengenakan busana pesta yang sama persis dengan busana pesta bermerek yang sudah anda beli dengan bersusah-payah menabung selama 1 tahun+keringat+air mata?? (hehehe3...dramatisasi sedikit) Wah...mungkin kesal...dongkol pasti! Padahal kata karyawannya di toko itu, bajunya cuma satu-satunya...limited edition! (gambar disamping hanya ilustrasi, hehehe...red)

Bersyukur kepada Tuhan kalau kita semua...manusia tidak "diproduksi" seperti baju-baju tersebut. Nggak ada label "Made in ..." di punggung kita, nggak ada registered number sebagai tanda keaslian kita sebagai manusia. Kita semua diciptakan...unik, berlainan satu dengan yang lain. Nggak ada satu manusia pun yang punya kombinasi ciri-ciri fisik serta sifat yang sama persis! Temen2 yang kembar-pun mengaku kalau kembarannya juga punya perbedaan dan keunikan tersendiri. Kita ini "Made by God" dengan "wonderfully made" (cara yang mengagumkan.red) kalau kata kitab suci. Ehm...sayangnya kebanyakan dari kita sering lupa akan hal ini. Saya pribadipun sering iri melihat orang lain yang tampaknya lebih atraktif, menarik, lebih sempurna deh dari saya. Melalui perenungan saya kali ini, saya diingatkan untuk selalu mensyukuri apa adanya diri saya...karena saya diciptakan Tuhan dengan UNIK!

Semoga postig-an ini dapat memacu diri kita untuk semakin mengeksplor keunikan yang kita miliki masing-masing dan mengembangkannya sebagai wujud syukur kita kepada Sang Pemberi, yaitu Tuhan. Terima kasih sudah membaca postingan ini sampai selesai. Selamat beraktivitas...God Bless You...

Senin, 02 Februari 2009

Sedikit Merasakan 'Kehangatan' Neraka

Hai, hai, hai saudara/i sekalian. Aku mau ngucapin "Selamat Tahun Baru Imlek 2560" kpd yang merayakan. Semoga nggak peduli di tahun apapun, kita selalu berada di dalam perlindungan Tuhan. Amin.
Lho, lho, lho...koq judulnya terkesan 'horor', ya? Hehehe...tenang! Postingan aku kali ini bukan buat nakut-nakutin para pembaca. Cuma lagi pengen bagi pengalaman yang baru2 ini aku alami,hehe...siap?? Tarik nafas dulu.... Emh...ahh... pasti udah lebih siap kan? Oke...
Di keluargaku yang berlatar belakang Tionghoa, sehari sebelum hari Imlek biasanya ngadain acara sembahyang buat orang-orang yang sudah meninggal. Terlepas dari acara sembahyang ini boleh atau tidak menurut anda, di dalam acara itu ada pembakaran uang! (Wah, kere banget, ya...lagi krisis global tapi mainannya bakar2 uang. red) Ehm, maksud saya bukan uang beneran...tapi uang-uangan dari kertas. Ada kertas yg dilapisi perak trus dibikin kaya uang di jaman Cina kuno, ada juga uang-uangan yang kaya uang beneran. Tapi kalo diliat-liat...satuannya itu 1.000.000/lembar , 50.000.000/lembar (Wuih gede banget, ya? Di Indonesia belum ada kali ya...he3.red) Terus di uang kertas itu ada tulisan "Hell Bank Note", ada gambar 'jenderal Cina siapalah'-aku nggak kenal. Kata keluargaku yang masih suka ngelakuin tradisi itu...acara bakar uang itu tujuannya untuk nambahin harta orang-orang yang sudah meninggal di alam sana...(alam mana, ya?? udah tahu belom? .red)

Nah, uang-uangan itu dibakar di dalam satu wadah besi yg cukup besar. Katanya, api yang membakar uang itu harus terus menyala n nggak boleh padam sampai uang-uangan itu habis terbakar semua. Sedangkan, uang-uangan itu harus dimasukkan satu demi satu. Wkt itu uang-uangannya banyaa....kk banget. Kebayang nggak gimana lamanya masukkin uang itu satu persatu ke wadah pembakaran?

Hehehe...sekarang baru si pemeran keluar. Eng...ing...eng...(narsis banget, sih loe! .red) Waktu hari minggu itu, tumben keluarga tidak banyak yang datang. Jadi saya kebagian membantu ngebakarin uang-uangan itu. Pertama-pertama mulai mah biasa aja mulai hangat-hangat, terus...terus...terus...aku masukkin lagi uangnya...supaya nggak padam apinya. Eh...nggak lama padam! Yah, nggak apa-apa dech...lanjutin aja lagi. Karena agak diburu-buru sama api, jadinya aku ngebakar uangnya dengan posisi berdiri dan agak membungkuk...

10 menitkemudian...
Waaah!!!! Muka, rambut,tangan, n baju udah bercucuran keringat semua! Panas banget...cape banget...(ya iyalah....posisinya wenak bgt buat sauna gratis, gheeto! .red). Sambil tangan nggak berhenti bakarin uang ke dalam wadah tsb, keringat di muka ampe netes2 segala ke wadah api...tess....cesss...wah, tetep aja ya apinya nggak mati-mati! Dan nggak kerasa duit-duitan di tangan udah kebakar semua...habis dilalap di jago panas...! Udah itu aku biarin api itu mati sendiri...pas udah ninggalin TKP (tahu, kan? .red)...udah 'bobolokot'='bersimbah' keringat...dimana-mana, mendadak encok lagi. Sapu tangan aja basah hampir semua sama keringat...
LUAR BIASA, ya reaksi tubuh kita kalo ada di deket api walau cuma beberapa belas menit... Coba bayangin...kalo sampai kita ada di neraka dengan api yang nggak akan pernah berhenti menyala...SELAMANYA! Serem banget, nggak tuh? Secara pribadi saya bersyukur banget sama Tuhan dengan pengalaman ini...walaupun tradisi tahunan ini nggak sesuai dengan keyakinanku, di luar semua itu aku belajar n diteguhkan lagi di dalam iman percayaku sama Tuhan. Nah, bagaimana dengan anda? Sudahkah anda memiliki iman percaya yang teguh kepada Tuhan? Ayo...! Kita bangkit, berbalik, melangkah, berjalan, kalau perlu berlari menuju Tuhan...selama masih ada waktu...sebelum semuanya itu terlambat...
Thanks, udah baca postinganku kali ini. Semoga bisa memberi manfaat buat kita sekalian. God Bless You All!

Jumat, 09 Januari 2009

20 years walked by His Grace

Puji Tuhan! Bersyukur banget, 7 Januari kemarin...20 tahun sudah Tuhan udah berkarya dalam kehidupanku (bahkan jauh sebelum aku ada di dunia ini, he3x). Kalau aku masih ada sampai hari ini, itu semua nggak pernah lepas dari KASIH ANUGERAH Tuhan semata. Dan lewat postingan saya kali ini saya mau berterima kasih untuk pihak-pihak yang udah mendukung aku hingga aku ada seperti sekarang ini. Sebelumnya mohon maaf kalau ada nama2 yang mungkin saya lupa tuliskan...
Emh...langsung saja, ya...
DI TAHUN YG KE-20 INI, SAYA INGIN BERTERIMA KASIH KEPADA:

01) Tuhan Yesus (Juruselamatku yang LUAR BIASA kasih-Nya, Pengampunan-Nya, segalanya)
02) Budi Hartono & Tan Kay Yoe (Orang Tua-ku yang terkasih)
03) Yulia Budi Hartono (Kakak-ku yang mandiri)
04) TKK Kalam Kudus Bandung
05) SDK Kalam Kudus Bandung
06) SMPK 5 BPK Penabur Bandung
07) SMAK 1 BPK Penabur Bandung
08) Universitas Kristen Maranatha
09) Guru-guru & Wali Kelas (selama saya bersekolah)
10) Tim Dosen Fakultas Psikologi UKM
11) Ev. Sonny T. Putra (thanks, ko...lewat ko2 saya belajar lebih dewasa di dalam Tuhan)
12) Ev. Djong She Kiun (trims, ci utk bimbingan & kesabarannya. GBU)
13) Pdt. Philip Andrew (Terima kasih untuk banyak Firman Tuhan yang MENGENA di hati,he2)
14) Gereja Kristen Kalam Kudus Bandung (tempat aku bertumbuh di dalam Tuhan)
15) Vivi - Psikologi 07
16) Galih - Psikologi 07
17) Ev. Royke J. Ngajow (thanks bwt perhatiannya...n hadiah awal tahun kmrn, tahu kan??)
18) PT. Indosat, Tbk. (atas ucapannya n dukungan komunikasi selama ini...he3x)
19) Ko Yogie Sulaiman
20) Felicia Sionhanjaya (Udah jadi inspirasi n berkat buat teman2 di grj. JBU!)
21) Ida Ayu Purnamasari - Psikologi 07 (si mamieh...?___dalam dunia khayal psikologi.red)
22) Yonathan Mulyadi - Psikologi 07
23) Hendy Christianto - ITB
24) Neysa Valeria - Psikologi 07
25) +62899715xxxx
26) +62899683xxxx
27) Tanti - Psikologi 07
28) Dea Intan - Psikologi 07
29) Ci Imelda Sulaiman
30) Jefri
31) Ko Randy
32) Ko Andrea Suherman
33) Rocky Haryanto - Psikologi 07
34) Bebeth - Psikologi 07
35) Ci Rani - Psikologi 05
36) Ci Riana Cahyawinata
37) Helen KalKud
38) Helen X-SMAK 1
39) Trisya Magdalena - Psikologi 07
40) Gloria - Psikologi 07
41) Radio Maestro 92,5 FM Bandung (atas pujian2 yg meneduhkan n memberkati)
42) Blogger (yg udah memfasilitasi media blog ini)
43) Dicky - temen X-KalKud
44) Salomo Halim - temen X-KalKud
45) Stevrian & Keluarga
46) Stevan & Keluarga (masih inget sama aku, nggak ya?)
47) William Erastus
48) Jerry Frans
49) Wina - temen X-KalKud
50) Ricky Prijaya (thanks, buat dorongannya pas aku down)
51) Felix Chandra Saputra & Keluarga
52) Daniel William (thx bwt pgalaman yg luar biasa di Worship Warrior)
53) Viona Wijaya (si kecil yg serba bisa...semangat ujiannya, ya!)
54) Insight-Unlimited
55) Maranatha Indonesia
56) Kak Sari Simorangkir (thanks bwt lagu rohani yg begitu menguatkan)
57) Kak Julita Manik (thanks bwt lagu2nya n blog-nya yang sgt inspiratif)
58) Dicky Marvin Loekito - Psikologi 07
59) Kris Samuel - Psikologi 07
60) Agoes Santosa (thx bantuannya pas saya nggak ngerti materi kuliah) - Psikologi 07
61) Semua teman2 dan pihak2 yang belum & nggak dapat aku sebutkan satu persatu...
Saya tidak tahu apakah postingan ini akan dibaca oleh semua nama2 yang sudah saya cantumkan diatas...untuk yang namanya tidak tercantum, bukan maksud saya untuk tidak menghargai anda...jadi harap maklum n tetap ceria...he3x! Untuk siapapun yang mengenal salah satu nama di atas...doakan mereka...untuk segalanya! Supaya lingkaran kasih Tuhan selalu melingkupi mereka setiap hari...
Terima kasih atas perhatiannya... janganlah lupakan orang-orang yang sudah berkontribusi di dalam pembentukan hidupmu...sekecil apapun itu. God Bless You All! Bye...

New Year Come, New Hope Come!

Selamat Tahun Baru 2009! Udah setahun lagi qta lewati bareng2 Tuhan. Pastinya udah banyak yang aku alami selama tahun 2008. Akhir taun kemarin, saya ngerasa kehidupan saya cenderung menurun...entah karena saya melihat ke belakang ttg kegagalan saya di 2008. Wuih...sempat kecewa-kecewe dengan diri sendiri gheeto! Dan pergumulan saya itu Tuhan belum ijinkan berlalu sampai hari ini.

Natalan kemarin saya pengen ngundang Tuhan lagi masuk ke dalam hati, karena udah banyak hal yang udah bikin hati ini penuh sesak...ampe2 Tuhan terlempar keluar (weleh!!! LEBAI bgt. red)...maksudnya tergeser n terus tergeser. Jadi inget sama lagu yg kata2nya, "...masuk hatiku, o Yesus...ku ada tempat bagiMu..." Udah terlalu sering saya nggak memperlakukan Tuhan sebagaimana seharusnya saya memperlakukan Dia. (pusing nggak bacanya??... belajar Filsafat donk di Fakultas Psiklogi.red)

Tahun baruan kemarin juga nggak kemana-mana, koq. Uh, sebenernya pengen sih ikutan ama temen2 gereja yg b'libur ke Pangandaran bareng keluarga. Tapi kayaqnya zuzzah bgt...karena rumah tetap harus ada yang jaga n nggak berani ditinggal lama2. Baiklah...akhirnya acara tahun baruannya m'lihat atraksi kembang api yg digelar ama masyarakat sekitar tmpt tinggal. Lumayan...terpukau2 githu!

Tahun Baru 2009 datang. Resolusi?? Waduh aku lupa...belum bikin resolusi sampai tanggal 7 kemaren, hehe! (Thanks bwt PD Remaja yg udh 'maksa' gue utk bikin resolusi/ketetapan hati di taun ini...GBU) Emh...tahun baru, harapan baru...itulah yang bisa saya ungkapkan sekarang. Memang masa lalu nggak bisa dihapus...tapi pasti selalu ada harapan baru, terutama kalau qta cuma berharap sama Tuhan.

Hehehe...itulah cedikit curhatan yg sederhana di awal tahun ini. Mari, qta memulai tahun ini dengan tekad untuk selalu berharap sama Tuhan di-SiKon apapun. GBU!

Sabtu, 13 Desember 2008

Search me O Lord...

Hai, teman2 smua. Hari ini baru nge-blog lagie nieh...

1 bulan belakangan ini aku nggak posting krn banyak hal. Terutama sama 1 hal yang akan aku bahas di postingan ini.

Akhir-akhir ini aku lagi kecewa dengan diriku sendiri. Kenapa? (pertanyaan yang tepat. red) Mungkin bagi sebagian orang hal ini sepele...tapi bagiku ini udah kelewatan. akhir-akhir ini aku hobi banget browsing. Ya, browsing segala macam... (kecuali yang tidak baik n begituan)
Saya rasa banyak waktu yang udah saya habiskan dengan browsing hal-hal yang sebenarnya kurang penting n prioritas. Toh nggak dapet apa-apa kecuali mata capek, punggung sakit, dsb, dsb...

Biasa aku browsing malam hari. Tiap kali aku udahan online, aku selalu minta ampun sama Tuhan buat kelalaianku ini. Mestinya banyak waktu yang bisa saya guna'in untuk mengerjakan sesuatu yang lebih berguna dan penting. Tapi memang dasar...aku memang lemah n BEBAL! Besoknya aku begitu lagi, udah itu minta ampun lagi...besoknya begitu lagi, udah itu minta ampun terus...terus...terus ampe aku benar2 jenuh. Aku nggak tahu bagaimana nggak kompromi sama dosa ini.

Temen2 tolong aku, dong! Aku rasa dampak masalah ini udah menjalar sampai saat teduhku...tiap pagi rasanya hambar banget...cuma sekali-sekali dapet sesuatu. Oh iya jadi inget...sama salah satu ayat di Wahyu...kurang lebih begini bunyinya: "...karena kamu suam-suam kuku. Lebih baik kamu panas sekalian atau dingin sekalian, nggak ada acara suam-suam kuku" (adaptasi pribadi...harap maklum. red) Bisa tolong beri masukan untuk masalah ini?

Minggu depan di gerejaku bakal ada acara perayaan Natal Remaja. Disana aku melayani sebagai sie Doa. Aku n temen2 sie doa mau bertekad seminggu ini untuk puasa hal-hal yang bener2 disukai masing2 org. Aku mau puasa browsing Internet...Doakan aku, ya temen2? Lagian minggu2 ini masih minggu ujian akhir semester...

Yang bisa aku katakan sekarang adalah "Search me O Lord... & Seek Out my Heart..."
Pengen curhat lagi nih, tapi udah malam. Ntar saya lanjutin lagi seudah tanggal 20 Desember 2008. JCLuphU!

Kamis, 30 Oktober 2008

Have a Bad Day?

Akhirnya...bisa nge-blog lagi...tapi masih di kampus (huehehe. red) Sehari kemarin n hari ini gw ngerasa lagi "have a bad day gitu..."

Dimulai dari kemarin...kuliah pagi jam 07.00 nggak sempet saat teduh....tapi kesannya sih biasa aja krn saya kira nnti bisa diganti wkt-nya. Tapi nggak disangka nggak dinyana malamnya malah lebih nggak bisa lagi. Malam itu komputer di rmh barusan diformat ulang n udah sempet dimasukkin bbrp aplikasi yg dianggap perlu. Eh...inget deh sama tugas kul gw yg harus ngeprint tugas kelompok. File-nya ada di USB temen yg udh aq bw k rmh. Duh, btapa bEtE-nya pas waktu mau ngedit n ngeprint tnyata USB-nya ada virus aneh n langung nyerang komputer...alhasil komputer jadi operasi sendiri...mo ngedit nggak bisa...buka bbrp file nggak bisa...bahkan nggak bisa di shut down. Cilaka ini mah! Ya udah deh, saya install ulang ampe dua kali...tapi virusnya masih ad n brbekas...jadi agak desperate,deh. Batal ngeprint tugas, terus gw baru tidur jam 02.00 pagi...itupun dimarahin sama ortu pula (hiks...inilah jeritan anak Psikologi...red)

Paginya bangun jam 06.25...nggak sempat saat teduh lagi. Sebenernya kuliahny jam 08.00 tapi kan aq harus ngeprint tugas dlu di kampus. Aq baru berangkat jam 07.10. Maksud hati pergi k kampus 'rada' pagian, eh...ternyata ada problem di jalan. Ban motor ortuqu kempes di 'Via de" (apa itu? Makanya sering2 maen k Bandung, donk...jd promosi denk. red) Emh, jadi harus naek 'anchot' (panggilan keren utk angutan kota).

Di angkot itu saya sendirian...kerasanya hari ini bakal jadi hari yg sangat berat. Di angkot, saya cuma bisa bayangin waktu2 indah saya bareng Tuhan lewat Saat Teduh (walaupun sering banget kesannya biasa aja, sih. red). Duh ngangenin pisan waktu saat teduh itu...tapi di angkot itu saya cuma bisa berdoa ama God..."Tuhan, aku nggak sanggup ngapa-ngapain tanpa Elu...". Dan wkt itu saya cuma bisa mikirin Dia terus...n cuma bisa b'serah pnuh ama tangan kasih-Nya. Sempet mikir...nanti apa lagi yg akn terjadi, ya? Tunggu aja deh, kata gw dlm hati...tapi Tuhan tolong kasih gw kekuatan utk melewati hari2 berat ini...

Nyampe di kampus ternyata jam 08.20...WOW terlambat donk! Ya...itu juga krn angkotnya banyak ngetem heula...(jgn marah, ya pak supir. JCBU! red) Udah nyampe saya langsung ke UBM (Unit Bisnis Mahasiswa) bwt ngeprint tugas. Seudah itu ngejilid tugas di DSU (tempat fotokopi paling terkenal seantero kampus Maranatha. red) Baru, deh masuk ke kelas. Ternyata masih boleh masuk, tapi nggak boleh absen...ya nggak apa-apa, lah.

Ya...sejauh ini baru itu yg gw alami sepanjang 2 hari yg 'berat' ini. Jadi, kesimpulannya disaat kehidupan kita mjd terasa/semakin berat...berserahlah n ANDALKANLAH TUHAN. Karena disaat kita merasa nggak bisa apa-apa tanpa Tuhan, kita akan lebih 'lembut' untuk belajar utk ttap merindukan n berharap sama God.

Makasih, ya tmen2 yg udh baca ampe disini. Moga2 sharink ini bisa menjadi berkat bagi teman2 sekalian dlm menjalani kehidupan bareng Tuhan. God Bless all of You! Bye...

Kamis, 25 September 2008

Bila Kau yang Menutup Pintu...

Haah... akhirnya sekarang baru bisa posting lagi, walaupun disela2 waktu nunggu kuliah selanjutnya. Emh...sebenernya banyak cerita yg pengen aku bagiin selama aku absen posting. Tapi kali ini aku bener2 pengen curhat pisan n nggak tahan bwt cerita..huahaha!

...update dari "Kasus ama Keluarga" udah beres sebulan yang lalu. Bersyukur banget...! Satu hal yg paling aku inget pas hari 'gencatan senjata' itu...ada temen kampus yg berinisial "VA" ngirimin sebungkus surabi kinca ke rumahku...jadi aku sebut surabi itu "Surabi Perdamaian". Jadi...kasus diTUTUP...!

Minggu ini saya ngerasa Tuhan udah banyak banget ngomong lewat Firman-Nya n minggu ini cukup banyak yg aku alami. Minggu ini dimulai sama cerita komputerku yg 'collapse' karena keserang virus aneh. Kebanyakan aplikasi nggak bisa dibuka. Ini masih nggak seberapa, lah. Terus besoknya, pas ada satu kesempatan dapet hadiah yg nantinya bakalan ditabung...Tuhan tutup kesempatan itu. Wah...sempat kecewa ringan, sih sama Tuhan. Padahal saya udh berusaha ngedapetin hadiah itu brbulan2 ampe sekarang. Terus keluarlah dari mulut saya pernyataan "Siapa cepat dia dapat...siapa sabar nggak dapat-dapat..." Saya berusaha nyembunyiin perasaan kecewa itu sama mncoba brpikir positif...tapi malamnya aku udah nggak tahan lagi, jadinya langsung doa n mgeluh sama Tuhan sebisa-bisanya. Tapi seudah itu jadi lebih better-lah... Paginya (Selasa), Tuhan ngasih rhema yg indah banget dari Yesaya 48:10, yg bunyinya krg lebih "Sesungguhnya Aku telah memurnikan kamu, tapi bukan seperti perak. Namun lewat dapur pencobaan/penderitaan" (baca sendiri, ya bwt versi yg benernya. red :p) And aku baru nyadar sekarang, pas lagi posting ini...kalo apa yg aku alami itu b'hubungan ama rhema Selasa pagi itu...Praise God!

Selasa itu kayaknya belom ada awan biru bwt saya...tiap Selasa bawaanya stres n tegang terus...Alasannya? Karena ada Mata Kuliah Praktikum yg mgharuskan aku ngomong di depan teman2 n ngasih instruksi tes2 psikologi geeto...hari itu nilai praktikum saya turun lagi... (wah, bbrp minggu ini emang lagi desperate di Psikologi gara2 hal ini... bahkan, bodohnya aku sempet b'pikiran kalo aku haru keluar dari psikologi sagala...>wkwk aja, soalnya bingung mau ketawa apa nggak. red<

Rabu pagi pas Saat Teduh, Tuhan ngomong lagi lwt Alkitab ttg Pahlawan2 Iman di Ibrani 11, ya? (cek lagi, ya jangan jadi pada sesat gara2 aku...he2x.red)...mereka nggak nerima janji itu, mereka cuma liat dari jauh n melambai-lambaikan tangan mereka...dst...intinya Tuhan nggak janji langit bakalan biru terus buat kita...

Aku juga sbenernya lagi n udah cukup lama bergumul bwt punya suatu alat elektronik tertentu. Bingung pisan apakah ga apa2 kalo sku punya barang ini? Soalnya saya takut kalo keberadaan barang ini nantinya bakalan jadi 'berhala baru' yg mggeser posisi Tuhan dari yg semestinya. Saya sempet nanya sama bbrp temen, respon mereka malah bikin aku tambah bingung...karena ada yg pro tapi yg kontra juga nggak kalah banyak. Pagi ini dari Saat Teduh, aku dapet rhema lagi dari Tuhan...dari Galatia 5:24...Barangsiapa yg udah jadi milik Kristus, dia harus menyalibkan kedagingannya (keinginan n nafsunya). Mmh...sungguh berat bwt ngelakuin ayat ini...tapi dari ayat ini saya kembali diingatkan n diteguhkan kalo keberadaan benda nggak bisa saya gunakan bwt kemuliaan-Nya, mendingan nggak usah punya dech...>hikz3x.red :(<>

Ngomong2 bentar lagi jam 13.00, saya mau masuk kelas dulu...ah. Thanks udah mau baca sampai sejauh ini. Oh, iya belakangan saya juga dapet berkat banget dari lagu "Bila Kau yg Membuka Pintu" karya Jonathan Prawira (thx, ya kak bwt lagunya yg sderhana but inspiring bgt...red) Nah, sekarang pertanyaan bwt kita semua renungin "Bila Kau yg Menutup Pintu..." masihkah kita tetap setia kepadaNya, nggak berhenti berharap sama Dia, n kita masih bisa ngomong kalo Tuhan itu 'emang bener2 baik'? GBU all of my friends!

Sabtu, 23 Agustus 2008

when i hear HIS voice....

Bingung banget...! Minggu ini bakal aku sebut minggu apa...karena emang merupakan minggu yang membingungkan banget. Banyak hal rasanya jadi aneh. Keanehan itu mulai kerasa seudah aku pelayanan. (minggu,17Agustus08) Entah kenapa ortuku jadi kurang brsahabat dgnku, nggak siang...nggak malam. Suasana rumah mulai memanas...tapi saya cuma bisa membiarkan n mendiamkanny, toh mungkin akan lewat juga waktu kesel2anny.

Oh...tapi ternyata nggak sampai disitu. Beberapa hari kemudian...suhu emosi ortuku msg2 udah sama2 tinggi. Trus puncaknya, ya malam itu...kedua ortuku saling menyalahkan sikapnya msg2. Dengan kata lawan kata...kalimat lawan kalimat yg kurang sopan. Saya sendiri nggak ngerti apa yang terjadi diantara mereka. Waktu itu saya cuma bisa mendiamkan mereka berdua n membiarkan mereka berpikir jernih utk nyelesai'in masalah yg terjadi.

Besoknya...saya denger dari telinga sendiri kalo salah satu ortuku pgen pulang k daerah asalny. Saya berusaha bujuk, tp tekadnya ttp bulat. Wkt itu sy stres bgt...mungkin bntar lagi saya bakalan schizophrenia (istilah psikologi utk gila. red)...nggak tahan lagi rasanya. Entah ortuku ngomong serius atau bo'ongan...saking stres-ny, sampai2 aku online n liat2 jadwal perjalanan, harga2 tiket pesawat, kereta...pokoknya udah kalut pisan saking nggak bisa berpikir jernih!

Masalah ini masih lanjut ampe sekarang...keduanya jd agk jarang ngomong n klo mo ngomong harus lewat anak2ny. Usaha2 perdamaian udah mulai dilakukan, tapi tampaknya belom terjadi gencatan senjata, euy... Malah, skrg slh satu ortuku jd kurang suka makan di rumah n lagi suka cari makanan dr luar rumah...pas ditanyain, katanya lagi bosen aj n lagi nggak suka makan makanan itu... Saya makin lemes denger kalimat itu...


Sore tadi (sabtu,23Agustus08), seudah komsel aku pulang rumah. Situasi masih dingin...trus slh satu ortuku ngajak aku pergi nyari makanan di luar. Aku males...banget, pdhl di rumah ada makanan yg cukup bwt mkn mlm. Diperjalanan aku lemes, nggak bisa nikmati 'Bandung di waktu sore'. Aku cuma bisa tutup mata n mohon Tuhan m'mulihkan hubungan ortuku. Tadinya qta mo beli nasi goreng di slh satu restoran...tapi pas kesana katanya udah abis...trus alternatif slanjutnya...martabak telor...

Pas udah nyampe di tempat jualan martabak ada kursi kayu yg udah agk doyong...di mejanya ada bbrp lembar koran hari ini. Sambil nunggu pesenan, aku buka salah satu lembaran koran itu.

Pertama...aku liat surat pembaca...trus secara nggak sengaja liat kolom di sampingnya...n baca ayat ini... "Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas."- Yeremia 31:25

Oh...Tuhan berbicara dengan jelas lewat ayat ini...memang minggu ini aku lagi capek berat dengan banyak hal. Hatiku juga lagi 'baal' (kebal. red) banget, terutama soal masa depan keluargaku yg cukup membingungkan ini. Aku bersyukur banget Tuhan udah taruh Firman-Nya itu di hatiku...n ayat ini nguatin aku dlm masa2 pencobaan ini. Saya yakin n percaya masalah keluarga ini pasti bkal byk membuat kami belajar sbagai keluarga. Dan sampai detik ini...saya masih tetap berharap sama Tuhan. Ya...Dia pasti akan melakukan yang terbaik buat keluargaku. Amin. Mohon doakan keluargaku, supaya smakin bertumbuh dlm pgenalan yg benar akan Tuhan.

Intinya...dari apa yang kita alami, nggak ada yang kebetulan! Tuhan berkenan berbicara kepada kita lewat media apapun, dengan cara apapun; sesuai kasih karunia-Nya yg dilimpahkan kpd qta masing2...nggak peduli seberapa berat hidup kita. Mari sendengkan telinga kita kpd Tuhan...dan Tuhan akan berbicara dengan cara yang ajaib n nggak terduga2!

Minggu, 17 Agustus 2008

Happy Birthday Indonesia!

Wah...umur bangsa Indonesia udah 63 tahun. Mestinya udah smakin matang...tapi kalau qta liat faktanya malah jadi kebalikannya. Bukannya kemajuan yang dialami, tapi lebih banyak kemunduran...saya pikir.
Tapi...nggak ada kata terlambat untuk maju kembali. Biar Indonesia maju, pertama2 diri kita pribadi harus mau maju dulu. Maksudnya, kita berusaha dengan apa yang dapat qta lakukan untuk membuat bangsa ini lebih baik. Misalnya: pas qta ngendarain motor misalnya, kalau kita emang terbukti melanggar lalu-lintas, ya kita harus berani ngejalani proses tilang - tanpa uang pelicin; walaupun qta lagi buru-buru. Dengan berlaku begitu..."sang penilang" akan tahu pola berpikir kita...yang "mau maju"...terus secara nggak sadar qta juga udh mempengaruhi org lain (dlm contoh ini: polisi) untuk berpikir maju juga, dengan mnjalankan tugas SECARA baik, adil, n nggak mau nerima uang pelicin lagi. Nah, kalo banyak orang udah punya pola pikir yang sama...dampaknya juga bakalan terasa, kan? Itu baru satu, hal...belom jutaan hal lain...


Ya,ya...smoga postingan kali ini bisa bermanfaat bwt anda n masa depan negara kita tercinta...INDONESIA. Kue ultahnya udah tersedia hari ini, lilin-lilin harapannya nambah 1 lagi jadi 63 n udah nyala lagi...tunggu apa lagi? Yuk, qta 'make a wish' bwt hari depan Indonesia yang lebih baik...n siapkan nafas terdalam anda dgn pnuh smangat bwt mniup semua lilin di atas kue itu! Happy Birthday Indonesia!